Aspirasi Jabar || Bandung - Pengurus PGRI Cabang Kecamatan Cicalengka menggelar Workshop Peningkatan Kesejahteraan dan Hak Guru di Era Digital Tahun 2026.
Rapat yang digelar di gedung PGRI dihadiri semua pengurus dan anggota wilayah kecamatan Cicalengka kabupaten Bandung dan tamu undangan lainnya, berikut BAZNAS kabupaten Bandung ikut hadir dan memberikan Sosialisasi tentang ZIZ. Kamis(22/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut ketua PGRI H Toto Suryadi S.Pd., M.Pd., mengatakan kehadiran BAZNAS dipastikan banyak memberikan manfaat bagi muzakki, mustahiq dan penegakkan syari’at Islam. Bagi muzakki sebagai tempat ibadah Maliyah yang sistemik, adil dan akuntable sebagai tanda Syukur atas rizki yang dianugerahkan Allah yang berfungsi sebagai pembersih harta dan jiwa.
"Bagi mustahik merupakan pulau harapan yang bisa menjadi salah satu solusi problema hidup yang dihadapinya, maka kita hadirkan BAZNAS kabupaten Bandung untuk hadir dan memberikan Sosialisasi Langsung," kata H Toto.
"Serta dengan menunaikan zakat ke BAZNAS hakikatnya sedang menegakkan hukum Allah yang difasilitasi oleh negara sebagai implementasi dari pengamalan Pancasila, terutama sila pertama," tuturnya.
Organisasi PGRI memiliki struktur organisasi di tingkat kecamatan yang berperan dalam memajukan pendidikan lokal, termasuk memperjuangkan kesejahteraan dan hak guru, serta mengembangkan kompetensi mereka di era digital. Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga akan melaksanakan program nasional pada tahun 2026 yang fokus pada peningkatan kompetensi dan kesejahteraan 150 ribu guru di seluruh Indonesia, yang mencakup pelatihan serta bantuan fasilitas digital.
Workshop" memberikan Peningkatan Kesejahteraan dan Hak Guru di Era Digital Tahun 2026" berfokus pada penguatan posisi pendidik melalui optimalisasi teknologi, kebijakan, dan perlindungan profesi. Tahun 2026 dipandang sebagai titik balik penting, di mana kesejahteraan guru honorer mulai dioptimalkan, dengan insentif yang naik (diupayakan tidak ada lagi gaji Rp300 ribu) serta pemanfaatan data digital (Dapodik/Info GTK) untuk mempercepat hak tunjangan.
Berikut adalah poin-poin utama terkait workshop dan isu tersebut pada tahun 2026:
1. Peningkatan Kesejahteraan dan Hak Guru 2026
- Insentif & Gaji: Mulai 2026, terdapat kebijakan peningkatan insentif bagi guru honorer, dengan target kenaikan hingga Rp400.000, serta penekanan bahwa kesejahteraan tidak lagi bergantung pada kebijakan "abu-abu".
- Bantuan Sosial (BSU): Kemenag menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 bagi GTK non-ASN, guru madrasah, dan guru PAI, yang disalurkan melalui sistem digital.
- TPG Langsung: Tunjangan Profesi Guru (TPG) diupayakan langsung ke rekening guru dengan skema digital yang lebih efisien.
- Fasilitas Rumah: Program Bantuan Rumah Guru (KPR FLPP dari BP TAPERA) terus didorong untuk meningkatkan kesejahteraan jangka panjang.
2. Hak Guru di Era Digital (Pelindungan & Kompetensi)
- Manajemen Waktu & Burnout: Workshop 2026 menekankan pada manajemen waktu digital untuk mencegah burnout akibat tuntutan administrasi dan beban digital yang meningkat.
- Literasi & Keamanan Digital: Penguatan keterampilan guru dalam menggunakan alat digital secara aman dan kreatif, sekaligus melindungi data pribadi guru dalam ekosistem digital.
- Kompetensi Digital: Pelatihan difokuskan pada desain pembelajaran digital yang bermakna dan penggunaan platform seperti Ruang GTK.
3. Agenda Workshop Terkait (Contoh Januari 2026)
- Penyusunan Perangkat & Pembinaan: Workshop SMK Negeri 1 Singosari (Januari 2026) menekankan pembinaan kepegawaian dan perangkat pembelajaran mendalam.
- Diklat Digitalisasi: Pelatihan "Akselerasi Kualitas Mutu Pendidikan dengan Digitalisasi melalui Ruang GTK dan IFP" (15-16 Januari 2026) fokus pada transformasi pengelolaan kinerja.
- Desain Pembelajaran Digital: Pelatihan Eguru Akademi (19 Januari 2026) membahas prinsip desain pembelajaran mendalam (deep learning).
4. Tantangan Utama 2026
- Kesenjangan akses teknologi antara daerah urban dan pedesaan.
- Tuntutan administratif dan beban kerja yang semakin tinggi di era digital.
- Memastikan data Dapodik/Info GTK akurat untuk menghindari keterlambatan hak.
Workshop pada tahun 2026 tidak hanya berfokus pada kemampuan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan harkat dan kesejahteraan guru secara signifikan.