Aspirasi Jabar || BEKASI SELATAN - Ribuan warga di wilayah Kelurahan Jakasetia dan sekitarnya, Kecamatan Bekasi Selatan, mengeluhkan adanya bau menyengat yang berasal dari aliran kali yang melintasi kawasan permukiman padat penduduk. Bau tidak sedap tersebut mulai tercium secara intens sekitar pukul 15.00 WIB dan masih terasa hingga malam hari, mengganggu aktivitas sehari-hari serta menimbulkan kekhawatiran terkait kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Rabu. 7/1/2026.
BAU TERASA DI BERBAGAI TITIK PERMUKIMAN
Berdasarkan pantauan dan laporan langsung dari warga, bau menyengat tercium di beberapa titik strategis, antara lain:
- Wilayah pemukiman Jakamulya, tepatnya di sekitar gang-gang utama yang berdekatan dengan bantaran kali
- Jalan Palem 6 RT 04 RW 03, Kelurahan Jakasetia - area yang menjadi jalur lalu lintas utama bagi warga dan siswa sekolah sekitar
- Sekitar komplek perumahan dan lapangan bermain anak di ujung bagian selatan Jakasetia
Salah satu warga yang telah tinggal di Jakamulya selama 8 tahun, Ali (35), menjelaskan bahwa bau yang muncul pada hari ini berbeda dengan bau alami dari kali yang biasanya tercium pada musim kemarau. "Biasanya kali ini hanya berbau sedikit amis, tapi hari ini baunya menyengat seperti campuran bahan kimia dan limbah organik yang membusuk. Bau cukup kuat, bahkan membuat beberapa tetangga merasa pusing ketika berada di luar rumah," ujar Ali saat ditemui di depan rumahnya.
Warga lain, Rizki (29), seorang pekerja kantoran yang tinggal di sekitar Jalan Palem 6, menambahkan bahwa bau mengganggu aktivitas sehari-hari. "Saya sedang bersiap untuk pergi mengantar anak ke les ketika baunya mulai tercium sangat kuat. Anak saya bahkan menangis karena tidak tahan dengan baunya. Banyak warga yang terpaksa menutup semua jendela dan pintu rumah meskipun cuaca cukup panas," katanya sambil menunjukkan lokasi kali yang berada sekitar 50 meter dari rumahnya.
KEKHawatiran MASYARAKAT TERKAIT DAMPAK KESEHATAN DAN LINGKUNGAN
Masyarakat mengaku khawatir bahwa bau menyengat tersebut berasal dari limbah berbahaya yang dibuang secara sembarangan ke dalam aliran kali. Menurut mereka, jika dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan dampak serius, terutama bagi:
- Ibu hamil yang rentan terhadap gangguan pernapasan dan stres akibat bau tidak sedap
- Anak-anak yang sistem imunnya belum sempurna
- Warga lansia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma
"Kami khawatir kalau ini dari limbah industri atau limbah rumah tangga yang tidak diolah dengan benar. Baunya sangat mengganggu, apalagi kalau terus berlanjut sampai malam hari. Sudah ada beberapa warga yang mengeluhkan sakit tenggorokan dan batuk setelah terpapar bau tersebut," ungkap salah satu perwakilan warga, yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dari sisi lingkungan, warga juga menyampaikan bahwa kondisi kali yang semakin memburuk dapat mengganggu ekosistem lokal. Beberapa tahun terakhir, sudah jarang ditemukan ikan atau hewan air lainnya di dalam kali tersebut, yang sebelumnya sering menjadi sumber ikan konsumsi bagi sebagian warga.
PENGETAHUAN EDUKATIF: APA YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA TERPAKSA BAU MENYENGAT DARI AIR LIMBAH?
Berdasarkan panduan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ketika menghadapi situasi serupa, masyarakat disarankan untuk melakukan langkah-langkah berikut:
1. Hindari paparan langsung: Tutup semua jendela, pintu, dan ventilasi rumah. Gunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah, terutama masker dengan filter seperti N95 atau masker bedah berlapis.
2. Jaga kebersihan diri: Setelah berada di luar rumah, segera cuci tangan dan wajah dengan sabun bersih, serta ganti pakaian yang terpapar bau.
3. Perhatikan gejala kesehatan: Jika mengalami gejala seperti sesak napas, sakit kepala, mual, atau ruam kulit, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
4. Laporkan kepada pihak berwenang: Laporkan kondisi tersebut secara resmi ke Kelurahan setempat, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, atau melalui aplikasi pelaporan masyarakat yang disediakan pemerintah daerah.
5. Jangan membuang limbah sembarangan: Masyarakat juga diimbau untuk tidak menambah beban lingkungan dengan membuang limbah rumah tangga atau sampah ke dalam kali atau saluran air lainnya.
BELUM ADA KETERANGAN RESMI, WARGA BERHARAP PENGECEKAN SEGERA
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi atau Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengenai sumber pasti dari bau menyengat tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk mengambil sampel air kali dan menentukan penyebab pasti dari bau tersebut. Selain itu, masyarakat juga menginginkan tindakan preventif agar tidak terjadi lagi pembuangan limbah berbahaya ke dalam aliran kali, serta program revitalisasi kali untuk mengembalikan fungsi lingkungannya.
"Kami berharap pemerintah tidak hanya datang ketika ada keluhan, tapi juga melakukan pemantauan rutin dan memberikan edukasi kepada semua pihak tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan kali," pungkas. Ali. ( Tim).
