Aspirasi Jabar || Kota Tasikmalaya -Kondisi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya disinyalir tengah mengalami kegaduhan dan terkesan terkotak -kotak. sehingga terjadi disharmoni di internal Pemkot Tasikmalaya.
Ikhwal itu dikatakan, Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Deni Romdoni, pasalnya terlihat saat pelaksanaan Musrenbang sektoral tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ketika Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa sejumlah kepala OPD tidak hadir dalam forum tersebut.
“Deni menuturkan bahwa kondisi itu secara tidak langsung menunjukkan bahwa soliditas di lingkungan Pemkot sedang tidak baik-baik saja,” kata. Deni, pada Sabtu. (28/02/2026), usai menghadiri Musyawarah Ranting.
Deni, menegaskan, dalam situasi seperti ini, peran Sekretaris Daerah menjadi sangat penting untuk menjaga komunikasi dan kekompakan di internal birokrasi. Menurutnya, Sekda sebagai pimpinan tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mampu menyatukan seluruh jajaran OPD.
“Sekda harus memanggil para kepala OPD. Jangan sampai muncul kesan ada kelompok yang dekat ke Wali Kota dan kelompok lain ke Wakil Wali Kota. Semua harus satu kesatuan untuk memajukan Kota Tasikmalaya,” tandasnya.
Deni juga mengingatkan agar tidak ada pembelahan di internal pemerintahan yang dapat mengganggu jalannya roda organisasi.
“Tidak boleh ada istilah ini ‘orangnya wali kota’ atau itu ‘orangnya wakil’. Semua bekerja untuk kepentingan masyarakat,” ujar. Deni
Selain itu, ia menyoroti sejumlah jabatan yang masih kosong dan belum segera diisi secara definitif. Ia meminta agar pengisian jabatan tidak berlarut-larut dengan berbagai alasan.
“Kewenangan pengisian jabatan ada di Wali Kota. Jangan terlalu lama dibiarkan kosong dengan berbagai alasan.
Jadi Kalau terus dijabat pelaksana tugas (Plt), tentu tidak maksimal dalam menjalankan tugas OPD, pokonya harus solid, harus seirama antara semua pihak supaya terjadi harmonisasi, karena kerja itu menjalankan amanah dari rakyat, bukan untuk suatu golongan tertentu.
Jurnalis : MM
Editor : Asp. SP.
