Aspirasi Jabar || Kabupaten Bandung - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat luas, terutama masyarakat kalangan bawah. Kemitraan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar lebih memahami dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara bijak.
Dalam keterangan resminya, Kamis. (12/02/26) di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Cibeunying, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Azizah Talita Dewi sebagai Dewan Pakar GMBI menyatakan bahwa telah lama menginisiasi pentingnya literasi keuangan, dengan mengusulkan pembentukan koperasi sebagai wahana pemahaman keuangan. GMBI ditunjuk sebagai mitra OJK karena memiliki fokus pada gerakan mencerdaskan anggota dan masyarakat terkait kebijakan keuangan.
"Kami di GMBI meyakini bahwa kemitraan dengan OJK ini bukan hanya tentang proses, tetapi tentang bagaimana kita mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan kami adalah mewujudkan anak bangsa yang bermoral, pintar, solid, dan berani, dengan pemahaman keilmuan dari berbagai aspek," ungkapnya.
Program literasi keuangan ini akan menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas pertanian, peternakan, perikanan, serta pedagang kaki lima (PKL). GMBI akan berperan sebagai fasilitator untuk membantu masyarakat mengakses permodalan dari lembaga keuangan resmi.
"Saya melihat LSM GMBI tidak lagi sekadar memberikan usulan dari luar, tetapi menjadi bagian turut serta membahas sekaligus yang mengawal kepentingan masyarakat secara riil." tutur Azizah yang juga sebagai ketua harian.
Kegiatan konkret yang akan dilaksanakan meliputi pendidikan e-learning OJK bagi calon Duta Literasi Keuangan GMBI, sosialisasi melalui media sosial, serta advokasi finansial. GMBI juga akan meminta OJK untuk turun langsung ke daerah-daerah dan memberikan pemahaman secara tematik.
Lebih lanjut Azizah menjelaskan GMBI hadir sebagai mitra pemerintah untuk segala aspek. Kami melakukan kontrol sosial terhadap penerapan kebijakan, karena pemerintah perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi dan dirasakan oleh masyarakat. Kami berbeda karena kami betul-betul menyentuh dan mengetahui kebutuhan masyarakat kalangan bawah."
Keberhasilan program ini akan dievaluasi secara berkala melalui lomba Duta Literasi se-Indonesia. GMBI berharap kemitraan ini dapat memberikan solusi bagi permasalahan keuangan yang dihadapi masyarakat, seperti pinjaman ilegal dan judi online. Selain itu, program ini diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.
Menurutnya keberlanjutan program literasi keuangan ini sangat penting, apalagi dengan dukungan OJK. Tujuan akhirnya adalah mencapai perekonomian yang kuat dan merata, mewujudkan Indonesia yang kita cita-citakan.
GMBI berencana menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan kontrol sosial terhadap korupsi. Dengan kemitraan ini, GMBI berharap dapat menjadi mitra pemerintah yang efektif dalam mengawal kebijakan dan rencana pembangunan, serta memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
"Keterlibatan GMBI sebagai duta literasi adalah bukti bahwa pemerintah benar-benar ingin tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat. Kami akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk KPK, untuk membangun era baru yang bersih dan transparan," pungkasnya.
Jurnalis : Jay
Editor : Asp. SP.
