-->

Notification

×

Iklan

Hari Pers Nasional dan Suara Desa yang Menjangkau Negeri

9 Feb 2026 | Februari 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-09T16:18:41Z

Anwar Sadat, SH — Ketua Umum DPP APDESI MERAH PUTIH




Aspirasi Jabar || Purwakarta - Hari Pers Nasional bukan sekadar seremoni tahunan bagi insan media. Momentum ini sejatinya adalah ruang refleksi bersama tentang bagaimana pers hadir di tengah masyarakat, khususnya masyarakat desa, sebagai jembatan informasi, harapan, sekaligus penggerak perubahan.


Desa adalah wajah asli Indonesia. Di sanalah kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi rakyat berlangsung setiap hari. Namun seringkali persoalan desa tidak terdengar luas, bukan karena tidak ada masalah, melainkan karena suara desa belum sampai ke pusat pengambilan kebijakan. Di titik inilah peran media menjadi sangat penting.


Kehadiran pers telah membantu desa berbicara. Media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi menghubungkan manusia dengan manusia lainnya, masyarakat dengan pemerintah, serta desa dengan negara. Banyak persoalan di desa—mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik—dapat diketahui pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota melalui pemberitaan media.


Tidak sedikit pula keberhasilan desa yang terangkat berkat media. Program pemberdayaan masyarakat, inovasi kepala desa, penguatan BUMDes, hingga gerakan sosial masyarakat desa yang inspiratif, semuanya menjadi pembelajaran nasional karena dipublikasikan oleh pers. Media menjadikan desa tidak lagi berada di pinggiran, tetapi menjadi bagian penting dari arus pembangunan nasional.


Pers telah membantu membuka mata banyak pihak bahwa desa bukan objek pembangunan semata, melainkan subjek utama pembangunan. Ketika media memberitakan desa secara objektif dan berimbang, maka kebijakan yang lahir pun akan lebih tepat sasaran, karena pemerintah memahami kondisi riil masyarakat.


Selain sebagai penyampai informasi, media juga menjalankan fungsi kontrol sosial. Kritik yang disampaikan melalui pemberitaan pada dasarnya bukan untuk menyudutkan, tetapi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, termasuk pemerintahan desa. Dengan kontrol sosial yang sehat, pengelolaan anggaran desa menjadi lebih transparan dan akuntabel, sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga.


Di era digital saat ini, desa semakin membutuhkan pers yang profesional dan independen. Arus informasi yang begitu cepat juga melahirkan tantangan berupa hoaks dan disinformasi. Tanpa media yang kredibel, masyarakat desa akan kesulitan membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan. Karena itu, keberadaan pers yang berpegang pada kode etik jurnalistik sangat dibutuhkan untuk menjaga ruang informasi tetap sehat.


APDESI MERAH PUTIH memandang pers sebagai mitra strategis pemerintah desa. Media membantu menyampaikan aspirasi masyarakat, sekaligus menyebarkan keberhasilan pembangunan desa kepada publik luas. Kerja-kerja kepala desa akan lebih bermakna ketika diketahui, dipahami, dan diawasi secara bersama oleh masyarakat.


Pada Hari Pers Nasional ini, kami mengajak seluruh insan pers untuk terus hadir di desa, mendengar suara masyarakat, serta memberitakan dengan hati nurani. Desa tidak membutuhkan sensasi, tetapi membutuhkan kejujuran informasi. Dengan informasi yang benar, pembangunan akan berjalan lebih adil dan merata.


Akhirnya, kami percaya: ketika pers kuat dan independen, desa akan semakin maju; dan ketika desa maju, Indonesia akan semakin kokoh.

Selamat Hari Pers Nasional. Pers untuk kemanusiaan, pers untuk desa, dan pers untuk Indonesia.

Oleh : Anwar Sadat, SH — Ketua Umum DPP APDESI MERAH PUTIH
×
Berita Terbaru Update