Aspirasi jabar || Sumedang — Kabar mengenai dugaan kepindahan Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke Partai Gerindra belakangan ini ramai diperbincangkan. Informasi yang beredar menyebutkan, Dony direncanakan akan dilantik sebagai kader Gerindra pada Jumat, 13 Februari 2026.
Informasi awal tersebut menyebutkan bahwa Ketua DPD Partai Gerindra Sumedang, H. Heri Ukasah — yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat — membenarkan adanya rencana tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan singkat oleh rekan media.
Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan secara terbuka, baik dari Dony Ahmad Munir, DPP PPP, maupun DPP Partai Gerindra. Penelusuran di sejumlah media arus utama, baik nasional maupun lokal, juga belum menemukan laporan terverifikasi terkait kepindahan partai maupun agenda pelantikan dimaksud.
Status Resmi Masih Kader PPP
Secara administratif dan politik, Dony Ahmad Munir diketahui masih tercatat sebagai kader PPP. Ia menjabat sebagai Bupati Sumedang sejak 2018 dan kembali memimpin untuk periode berikutnya setelah dilantik bersama Wakil Bupati Fajar Aldila oleh Presiden pada Februari 2025.
Pada Pilkada 2024, pasangan Dony–Fajar memang diusung oleh koalisi sejumlah partai, di antaranya PPP, PAN, PKB, Demokrat, serta mendapat dukungan dari Gerindra. Namun dukungan koalisi dalam Pilkada tidak otomatis mengubah status keanggotaan partai seorang kepala daerah.
Hingga saat ini, belum ada bukti resmi yang menunjukkan Dony telah mengundurkan diri dari PPP atau secara administratif terdaftar sebagai kader Partai Gerindra.
Respons Elite Politik
Dari internal PPP, baik di tingkat Kabupaten Sumedang maupun DPP pusat, belum terdengar pernyataan terbuka terkait kabar tersebut. Dalam praktik politik, perpindahan kader strategis seperti kepala daerah biasanya disertai pengumuman resmi dari partai asal maupun partai penerima.
Sementara itu, meski nama Ketua DPD Gerindra Sumedang disebut dalam informasi awal sebagai pihak yang mengisyaratkan rencana pelantikan, hingga kini belum ada konferensi pers atau rilis resmi yang dipublikasikan secara luas.
Ragam Tanggapan Masyarakat
Di tengah simpang siur informasi, masyarakat Sumedang memberikan respons beragam. Sebagian menilai, jika benar terjadi, langkah tersebut bisa memperkuat dukungan politik terhadap pemerintahan daerah dan memperlancar program pembangunan.
Namun tak sedikit pula yang mempertanyakan kejelasan status administratifnya. Publik ingin memastikan apakah kabar ini benar merupakan perpindahan partai secara formal, atau sekadar penguatan komunikasi politik dalam kerangka koalisi.
Dengan belum adanya konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait, isu ini masih berada pada tahap informasi awal. Masyarakat dan pengamat politik kini menunggu pernyataan langsung dari Dony Ahmad Munir maupun pengurus pusat kedua partai untuk memastikan arah dinamika politik di Kabupaten Sumedang ke depan.
Jurnalis : Aep Mulyana
