-->

Notification

×

Iklan

Lamdina Elizabeth Marpaung Harumkan Nama Indonesia Di Ajang Model United Nations GYDMUN

13 Feb 2026 | Februari 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-13T13:25:54Z



Aspirasi Jabar || Jakarta - Lamdina Elizabeth Marpaung, mahasiswa Swiss German University, berhasil meraih The Most Outstanding Delegate Award dalam ajang Model United Nations (MUN) yang diselenggarakan oleh GYDMUN.


Dalam Model United Nations, penghargaan Outstanding Delegate diberikan kepada peserta yang menunjukkan kontribusi yang kuat dan konsisten selama konferensi. Penilaian tidak hanya melihat seberapa aktif peserta berbicara, tetapi juga cara menyampaikan ide, bekerja sama dengan delegasi lain, serta menggunakan diplomasi dalam proses diskusi.


Model United Nations (MUN) merupakan simulasi forum internasional di mana peserta berperan sebagai delegasi negara untuk berdiskusi, bernegosiasi, dan merumuskan solusi atas isu-isu global. Pada konferensi tersebut, Lamdina berperan sebagai delegasi Sweden di komite International Labour Organization, dengan topik pembahasan “AI vs Unemployment: Should We Limit AI?”. Konferensi ini diikuti oleh lebih dari 90 peserta dari lebih dari 10 negara.


Ketertarikan Abeth mengikuti MUN berangkat dari passion-nya di bidang public speaking, khususnya dalam membahas isu-isu global dan terlibat langsung dalam diskusi bersama delegasi lain. Ia menikmati suasana forum internasional yang membuka ruang untuk bertukar gagasan, mendengarkan perspektif berbeda, serta membangun pemahaman bersama. Mengikuti MUN untuk kedua kalinya, Abeth merasa semakin nyaman dan terlibat aktif dalam dinamika diskusi yang berlangsung.


Selain proses diskusi dan debat, salah satu momen yang paling berkesan bagi Lamdina adalah flag parade. Pada kesempatan tersebut, ia berkesempatan membawa bendera Indonesia sebagai bentuk representasi negara. Momen ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan, sekaligus mempertemukannya dengan banyak delegasi dari berbagai negara. Melalui interaksi tersebut, Lamdina mengaku senang dapat membangun pertemanan baru dan merasakan langsung kebersamaan dalam lingkungan internasional.


Proses persiapan menuju konferensi dijalani Abeth di tengah jadwal yang padat. Dua hari sebelum keberangkatan MUN, ia berada di Pekanbaru untuk menghadiri agenda resmi penerimaan gelar ambassador International Riau Fashion Week 2026. Setelah itu, ia kembali ke Jakarta untuk mengikuti perkuliahan, sebelum keesokan harinya langsung berangkat ke konferensi MUN. Keterbatasan waktu istirahat tidak mengurangi konsistensinya dalam melakukan persiapan.


Selama konferensi, Abeth memaknai MUN sebagai proses diskusi yang tidak berhenti pada penyampaian pandangan pribadi, melainkan juga melibatkan mendengarkan, kerja sama, dan upaya menyatukan berbagai perspektif. Dengan latar belakang delegasi dari berbagai negara, negosiasi dan diplomasi menjadi bagian penting dalam mencapai pemahaman dan solusi bersama.


Momen pengumuman penghargaan menjadi pengalaman yang berkesan baginya. Saat namanya belum disebut hingga mendekati akhir sesi, Abeth mengaku merasa tegang dan tidak menyangka. Ketika namanya akhirnya diumumkan, ia menyadari bahwa seluruh proses yang dijalani memberikan pembelajaran yang berarti.


Ke depan, Abeth mengaku tidak ingin cepat merasa puas. Ia ingin terus meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan potensi yang dimiliki, serta membuka diri terhadap berbagai pengalaman baru yang dapat memperkaya proses belajarnya.


“Aku percaya proses bertumbuh itu tidak pernah berhenti. There’s always room to grow—if you choose to keep learning,” tutupnya.


Selain aktif di forum akademik internasional, Abeth juga dikenal sebagai Winner Puteri Pertiwi Indonesia 2025 dan Puteri Pertiwi Indonesia Inteligensia 2025.


Jurnalis : Ysf. 


Editor     : Asp. SP. 
×
Berita Terbaru Update