Aspirasi Jabar || Purwakarta - Darangdan, 29 April 2026 – Dalam upaya menekan angka penyebaran Tuberkulosis (TBC), UPTD Puskesmas Darangdan melaksanakan program Active Case Finding (ACF) TBC melalui metode skrining foto rontgen dada. Program ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit TBC sejak dini, mencegah keterlambatan diagnosis, mempercepat inisiasi pengobatan, serta secara efektif memutus mata rantai penularan TBC di tengah masyarakat.
PLT Kapus Darangdan Dr Tomi, melalui Yudi Sutisna selaku penanggung laporan vaksinasi/Logistik, menegaskan bahwa deteksi dini adalah kunci utama dalam keberhasilan penanganan TBC. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan program ini.
"Kami mengajak seluruh warga terutama yang masuk dalam kelompok berisiko, untuk memanfaatkan layanan skrining ini. Dengan mendeteksi TBC lebih awal melalui foto rontgen dada, kita tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga melindungi keluarga dari risiko penularan," ujar Yudi.
Hasil skrining SSTB yang dilaksanakan di Desa Sadarkarya menunjukkan data sebagai berikut:
- Jumlah peserta yang hadir: 102 orang
- Jumlah peserta yang dilakukan rontgen: 95 orang
- Jumlah peserta yang dilakukan pemeriksaan TCM: 31 orang
- Jumlah peserta yang dilakukan pemeriksaan Mantoux: 42 orang
- Jumlah penerima Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT): 0 orang
- Jumlah undangan yang diterima: 76 orang
- Jumlah peserta non undangan: 26 orang
- Jumlah peserta CKG yang tidak eligible untuk X-Ray: tidak disebutkan rincian.
Dr Tomi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada tanggal 29 April menjelaskan bahwa skrining ini memprioritaskan masyarakat dengan faktor risiko tinggi, termasuk mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, pengidap diabetes, mengalami malnutrisi, hingga warga dengan gejala batuk berkepanjangan.
(Jurnalis: Bah Endang
Editor: Eka Prabu)
