-->

Notification

×

Iklan

BUMDes Wangi Mandiri Disorot, Anggaran Pelatihan Peternakan Dipertanyakan?

8 Mei 2026 | Mei 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-08T12:38:46Z




Aspirasi Jabar || Kabupaten Tasikmalaya - Program pelatihan peternakan yang telah dianggarkan pada tahun 2025.di BUMDes Wangi Mandiri Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, hingga kini disinyalir belum direalisasikan.
Ironisnya, sebagian anggaran program tersebut diakui dialihkan sementara untuk pembangunan sektor wisata.


Saat dikonfirmasi di salah satu lokasi wisata yang dikelola BUMDes, Direktur BUMDes Wangi Mandiri, Endang Wahyu, pada Jumat. (08/05/2026). menyatakan, 
BUMDes saat ini tengah mengejar dua target utama, yakni pengembangan wisata dan program ketahanan pangan. 


"Jadi Pada pencairan Dana Desa tahap pertama, pihaknya mengaku telah membuka lahan dan memulai penanaman pohon pepaya sebagai bagian dari program pertanian ". Ujarnya. 


Namun di tengah belum terlaksananya pelatihan peternakan untuk masyarakat, anggaran kegiatan tersebut justru disebut dialihkan sebagian untuk pembangunan wisata, termasuk kolam renang.


Untuk itu,BUMDes punya dua target antara wisata dan ketahanan pangan, akhirnya disepakati anggaran pelatihan peternakan Rp.50 juta dialihkan dulu sekitar 50 persen untuk pembangunan wisata.


"Ia berdalih, langkah tersebut diambil agar pembangunan kolam renang bisa segera selesai dan menghasilkan pemasukan tambahan yang nantinya digunakan untuk membiayai pelatihan peternakan yang tertunda.


“Kalau pelatihannya dilaksanakan dulu, kami tidak bisa membangun kolam,” Jelasnya. 


Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait tata kelola penggunaan anggaran BUMDes yang bersumber dari Dana Desa. 


Pasalnya, program pelatihan peternakan yang telah direncanakan untuk masyarakat tiap dusun justru belum direalisasikan meski tahun anggaran telah berlalu.


Saat ditanya terkait potensi pelanggaran aturan, pihak BUMDes menilai program secara keseluruhan masih berjalan sehingga tidak menjadi persoalan.


“Pelaporan masih berjalan, pertanian juga sudah siap panen. Dari kecamatan juga sudah monitoring dan evaluasi, yang penting programnya tetap dilaksanakan,” Dalihnya.


Sementara itu, Kaur Perencanaan Desa Linggawangi, Fadil, membenarkan bahwa program pelatihan peternakan memang masuk dalam kegiatan yang dikelola BUMDes.


“Total anggaran pertanian dan peternakan kurang lebih Rp200 juta lebih, termasuk pelatihan peternakan sekitar Rp40 jutaan,” Ujarnya. saat ditemui di kantor desa.


Fadil juga mengakui program pelatihan peternakan hingga kini belum dilaksanakan. Bahkan, kegiatan tersebut seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat di setiap dusun.


“Memang ini sudah lewat tahun. Saya juga sudah konfirmasi ke pihak BUMDes dan katanya akan tetap dilaksanakan,” katanya.


Ia menyebut alasan keterlambatan program lantaran pihak BUMDes masih fokus pada pengembangan pertanian, termasuk penanaman pohon pepaya.


Dengan adanya ikhwal seperti ini,tentunya berpotensi menjadi sorotan karena pengalihan anggaran kegiatan tanpa kejelasan mekanisme perubahan program dapat menimbulkan persoalan administrasi maupun tata kelola keuangan desa.


Terlebih, program yang menyasar pemberdayaan masyarakat itu belum terealisasi meski anggarannya telah dicairkan sejak tahun sebelumnya.


Jurnalis : MH. 


Editor     : Asp. SP. 
×
Berita Terbaru Update