Aspirasi jabar|| Sumedang – Kepedulian dan respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Kecamatan Buahdua dalam menangani persoalan sosial di masyarakat. Seorang perempuan yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tanpa identitas berhasil dipulangkan ke keluarganya setelah sempat diamankan di Mapolsek Buahdua, Jumat (8/5/2026).
Perempuan tersebut datang ke kantor Polsek Buahdua dalam kondisi linglung dan tidak dapat diajak berkomunikasi secara normal. Karena tidak membawa identitas dan sulit dimintai keterangan, pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Camat Buahdua, H. Kiki Hakiki, untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Berbekal informasi terbatas dari perempuan tersebut, petugas mencoba menelusuri asal-usulnya. Dari hasil komunikasi dan koordinasi lintas wilayah, diperoleh petunjuk bahwa yang bersangkutan diduga berasal dari Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang.
Camat Buahdua H. Kiki Hakiki kemudian langsung melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Cisarua. Setelah dilakukan pencocokan data dan penelusuran lebih lanjut, akhirnya diketahui identitas perempuan tersebut bernama Ipah Haripah, warga Dusun Marasa RT 003 RW 007 Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang.
Tak ingin penanganan berlarut, jajaran Trantib Kecamatan Buahdua bergerak cepat mengantarkan Ipah Haripah kembali ke keluarganya menggunakan mobil dinas Camat Buahdua.
Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi karena menunjukkan sinergi yang baik antara Polsek Buahdua, pihak kecamatan, hingga pemerintah wilayah lain dalam menangani persoalan sosial kemasyarakatan.
Penanganan ODGJ terlantar memang membutuhkan kepedulian bersama. Selain faktor kemanusiaan, proses pengembalian kepada keluarga juga menjadi langkah penting agar yang bersangkutan dapat kembali memperoleh perhatian, pendampingan, serta penanganan yang lebih layak.
Sikap sigap yang ditunjukkan Camat Buahdua bersama jajaran menjadi gambaran bahwa pelayanan pemerintah tidak hanya soal administrasi, tetapi juga hadir di tengah persoalan sosial masyarakat dengan pendekatan kemanusiaan.
Jurnalis : Aep Mulyana