-->

Notification

×

Iklan

Ditemukan Jasad Bayi Berusia 1–2 Hari di Conggeang Sumedang, Diduga Diseret & Digigit Anjing

30 Agu 2026 | Agustus 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-30T14:01:32Z


Aspirasi Jabar || SUMEDANG, - Polres Sumedang Polda Jabar melalui Polsek Conggeang sedang melakukan penyelidikan mendalam atas ditemukannya jasad seorang bayi laki-laki dalam kondisi mengenaskan di Dusun Sukaluyu, Desa Ungkal, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Sabtu 29/08/2026



 malam. Bayi tersebut ditemukan setelah diseret oleh seekor anjing peliharaan warga, dan diduga mengalami luka parah akibat gigitan hewan tersebut.


 
Kapolsek Conggeang, AKP Suratman, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan detail kondisi jasad bayi saat ditemukan. Menurut keterangan yang diperoleh, bayi diperkirakan baru berusia satu hingga dua hari, namun sudah ditemukan dalam kondisi tanpa lengan dan kaki kiri. Bagian wajah serta pergelangan kaki kanan juga mengalami kerusakan yang diduga kuat akibat gigitan anjing.


 
"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, dugaan belum tahu pasti karena prosesnya masih berjalan. Kondisi jasad sendiri mukanya sudah rusak, kaki dan tangan kiri itu terlihat ada bekas gigitan anjing," ujar Kapolsek Conggeang AKP Suratman, M, dikutip dari Antara.


 
Penemuan tersebut bermula sekitar pukul 19.30 WIB pada Sabtu malam, ketika seekor anjing peliharaan milik warga bernama Rohimat Nur Fadilah membawa dan menyeret benda yang awalnya dikira bangkai anak kambing ke halaman rumah kosong di wilayah tersebut. Saat diperiksa, ternyata benda itu adalah jasad bayi laki-laki baru lahir.


 
"Dibawa sama anjing, saya lihat kirain anak kambing. Ternyata bayi. Saya lihat enggak ada tangannya," ungkap Rohimat Nur Fadilah, saksi sekaligus pemilik anjing tersebut.


 
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami sejumlah hal penting dalam kasus ini, antara lain identitas lengkap bayi, penyebab kematian sebelum ditemukan, serta bagaimana bayi yang baru berusia satu hingga dua hari tersebut bisa berada di lokasi sebelum diseret oleh anjing. Polisi juga belum dapat memastikan apakah luka-luka dan hilangnya anggota tubuh tersebut terjadi sebelum atau sesudah kematian bayi.


 
Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk mendata dan menelusuri perempuan usia subur di sekitar lokasi penemuan, bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sumedang, Puskesmas setempat, serta pemerintah desa.


 
Jasad bayi telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kematian secara pasti. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto atau informasi yang belum terverifikasi, serta tetap tenang dan membantu proses penyelidikan dengan memberikan informasi yang diketahui apabila ada yang mengetahui keberadaan bayi tersebut sebelum ditemukan.


 
Kasus ini menjadi perhatian serius seluruh pihak, mengingat berkaitan dengan perlindungan anak dan kemanusiaan. Masyarakat diharapkan tidak menghakimi secara sepihak, namun juga diingatkan untuk senantiasa menjaga keselamatan dan memberikan dukungan bagi ibu hamil serta bayi yang baru lahir di lingkungan masing-masing.
 
 Editor : eka 
 
×
Berita Terbaru Update