-->

Notification

×

Iklan

Langkah Cepat Penanganan Krisis Air, Karawang Perkuat Irigasi untuk Amankan Swasembada Pangan

15 Agu 2026 | Agustus 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-15T12:54:05Z



Aspirasi Jabar Karawang - — Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Perum Jasa Tirta (PJT) II menggelar rapat koordinasi penanganan kekeringan di Kabupaten Karawang, Sabtu (15/8/2026).



Rapat yang berlangsung di Lt. 3 Gedung Singaperbangsa tersebut digelar sebagai langkah cepat menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian RI terkait mitigasi risiko kekeringan di sentra produksi padi nasional.
Koordinasi difokuskan pada penguatan infrastruktur irigasi serta penanganan sampah yang menghambat aliran air. Upaya tersebut dinilai penting untuk mempercepat tanam dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.



Rapat koordinasi darurat ini juga merespons laporan petani mengenai berkurangnya debit air irigasi yang berdampak terhadap sekitar 1.000 hektare sawah di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu produktivitas pertanian hingga menyebabkan gagal panen apabila tidak segera ditangani.



Sekretaris Daerah Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., akan menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk membagi peran dalam pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Pemerintah daerah juga akan memperkuat koordinasi dengan BBWS dan PJT II dalam pemeliharaan jaringan irigasi primer, sekunder, hingga tersier.



Sementara itu, Bupati Karawang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan lahan sawah teknis seluas hampir 87.000 hektare dari ancaman alih fungsi menjadi kawasan permukiman maupun industri.
Karawang sendiri menargetkan produksi beras tetap berada pada level optimal, dengan capaian sekitar 1,45 juta ton gabah kering panen per tahun.



“Kami berkomitmen penuh menjaga lahan pertanian agar tidak tergerus perkotaan maupun industri. Petani kami sangat siap mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP), namun dukungan infrastruktur air, kebersihan saluran irigasi, dan perbaikan sarana teknis dari Pemerintah Pusat sangat dibutuhkan,” tegas Bupati.



Sebagai bentuk respons cepat, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal terkait menyambut baik sinergi yang dibangun Pemerintah Kabupaten Karawang. Kementan juga siap menurunkan 20 unit alat berat (beko) di bawah koordinasi Bupati Karawang.



Alat berat tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengerukan dan pembersihan saluran air yang mengalami sedimentasi maupun tersumbat sampah.
Langkah tersebut diharapkan dapat segera memulihkan kelancaran distribusi air ke area persawahan, khususnya wilayah yang terdampak kekeringan, sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pangan di salah satu sentra pertanian utama nasional.



Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan bahwa penanganan krisis air tidak hanya menjadi persoalan jangka pendek, tetapi membutuhkan pengelolaan irigasi dan perlindungan lahan pertanian secara berkelanjutan demi menjaga ketahanan pangan nasional.

Laporan : Ahmad z
×
Berita Terbaru Update