-->

Notification

×

Iklan

Dentuman Misterius di Bandung Raya Tak Terkait Erupsi Anak Krakatau, Belum Terdeteksi Rekaman Gempa

5 Sep 2026 | September 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-05T08:33:08Z


 


Aspirasi jabar|| BANDUNG, 5 September 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi fenomena dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Bandung Raya pada Jumat (4/9) hingga Sabtu dini hari (5/9). Fenomena ini menarik perhatian luas masyarakat, namun dipastikan tidak berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.



 

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan dentuman semacam itu secara teoritis dapat dipicu oleh berbagai aktivitas geofisika, antara lain:

 

- Rangkaian gempa kecil (swarm earthquake)

- Aktivitas di kawasan karst

- Runtuhan yang memicu getaran

- Fenomena skyquake yang kemungkinan berkaitan dengan aktivitas gas metana dari danau purba

 


Namun, berdasarkan hasil pemantauan resmi BMKG, tidak ditemukan rekaman gempa di wilayah Bandung Raya pada saat dentuman dilaporkan — baik di Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, maupun sesar aktif lainnya.



 

“Kami mencatat tidak ada rekaman gempa, baik di sesar aktif, Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, maupun beberapa sesar lainnya pada saat itu di wilayah Bandung Raya.” — Suaidi Ahadi, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung


 

Suaidi menegaskan fenomena ini masih memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut. Meski belum teridentifikasi secara pasti, literatur ilmiah menyebutkan kemungkinan adanya kaitan dengan fenomena skyquake yang dapat dipicu pelepasan gas metana dari danau purba. Pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil penelitian mendalam dari para ahli kebumian.


 

Pemantauan terus dilakukan dan informasi terbaru akan disampaikan secara berkala melalui saluran resmi BMKG.

 

 

 

Sumber: BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung | Tanggal rilis: 5 September 2026

×
Berita Terbaru Update