Aspirasi Jabar || Bandung — Empat orang yang dalam keadaan mabuk berat mendatangi kediaman Ay di Kampung Sayang, RT 02/RW 11, Desa Ciluluk, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Dua di antaranya mengacungkan golok dan cerulit, mengancam keselamatan pemilik rumah beserta keluarga, sehingga menimbulkan ketakutan dan kegelisahan warga sekitar.
Kejadian bermula dari peristiwa keributan di Kampung Ragas pada Agustus lalu. Saat itu ada warga yang kehilangan sepasang sandal dan bertanya kepada anak Ay. Anak tersebut menjawab melihat salah satu pelaku memakainya. Sejak saat itu, tersangka inisial N dan A diduga memendam rasa tidak terima dan beberapa kali mendatangi rumah Ayi untuk mencari anak tersebut namun tidak bertemu.
Pada Kamis malam, N dan A didampingi dua orang rekannya—termasuk satu warga Desa Srirahayu—datang dalam keadaan mabuk berat. Mereka merusak bagian rumah dan mengancam akan menganiaya Ayi beserta anaknya sambil mengacungkan senjata tajam.
"Padahal anak saya hanya menjawab pertanyaan orang yang kehilangan sandal. Masalah ini sudah lama dianggap selesai, namun karena dendam dan pengaruh alkohol, mereka mengungkit kembali dan datang mengancam dengan senjata tajam," ujar Ay, pemilik rumah, Jumat (2/10/2026).
Perbuatan tersebut menimbulkan trauma mendalam bagi istri dan anak-anak Ayi. Keluarga korban berharap aparat penegak hukum segera menangkap keempat pelaku agar tidak terjadi tindakan kekerasan berikutnya.
"Kami sudah melaporkan peristiwa ini kepada Ketua RT, RW, Kepala Desa Ciluluk, dan kemudian dibawa ke Polsek Cikancung. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan upaya pencarian dua pelaku utama. Kami menuntut keadilan, pelaku harus diproses hukum sesuai undang-undang yang berlaku," tegas Ay.
Warga berharap aparat segera menindak tegas dan menangkap para pelaku agar keamanan dan ketenteraman warga Desa Ciluluk dapat terjamin kembali. Hingga berita ini dimuat, kami belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat.
