-->

Notification

×

Iklan

Ternyata Kepsek SDN 51 Libano Lebih Dulu Tebar Ancaman "BAKU BALA"

30 Okt 2026 | Oktober 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-30T11:23:47Z

Aspirasi Jabar  ||Morotai  -  Ancaman Ketua GAMKI Pulau Morotai, Refly Lahengking yang sempat viral terhadap Kepala SDN 51 Libano ternyata sebagai respon atas tebaran ancaman yang lebih dulu dilakukan oleh Ardianto Lolorie yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan bertugas sebagai Kepala Sekolah di SDN 51 Libano.



Ancaman itu dilontarkan Ardianto pada salah satu anggota GAMKI Marlion Peleu di internal WA-Grup GAMKI Pulau Morotai atas dinamika Konsolidasi PIKI Pulau Morotai yang terkesan dilakukan secara tersembunyi untuk memenangkan calon Ketua PIKI Pulau Morotai Rio Christian Pawane dan Sekretaris Darmin Wairo karena tidak melibatkan unsur penting Kristen seperti GMKI, GAMKI, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Daerah Pulau Morotai dan para Pendeta GMIH yang jumlah umat dan kaum intelektual terbesar di Pulau Morotai. Tetapi juga karena Rio Christian Pawane dianggap tidak layak menahkodai PIKI Pulau Morotai yang merupakan persatuan kaum intelektual karena belum menyandang gelar sarjana.



Ancaman Kepala SDN 51 Libano dengan narasi kekerasan dalam bahasa sehari-hari Maluku Utara "Tong baku bala" ini yang dikecam Ketua GAMKI Pulau Morotai karena dianggap tidak layak dikeluarkan oleh seorang Pegawai Negeri Sipil yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat apalagi sebagai tenaga pendidik bagi anak-anak generasi penerus di Kabupaten Pulau Morotai.



Atas ancaman itu, maka Ketua GAMKI Pulau Morotai yang juga pendukung fanatik Rusli-Rio (RR) pada Pilkada Morotai 2024 balik mengeluarkan pernyataan Kepala SDN 51 Libano dengan narasi "Beliau ini yang dulu lawan kras RR dan sekarang ngekor. Nanti kalo audiens dg Bupati baru mo bala-kore pa dia".



Tetapi juga Ketua GAMKI Pulau Morotai berkehendak untuk menyampaikan hal itu kepada Bupati Pulau Morotai karena dianggap tidak layak mengeluarkan kata-kata yang bersifat  kekerasan sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Refly juga menyayangkan tindakan Ardianto yang juga sebagai salah satu anggota GAMKI Pulau Morotai, yang membocorkan percakapan internal di WA-Grup GAMKI dan mengirimkan kepada Wakil Bupati Pulau Morotai dalam bentuk screenshot gambar yang akhirnya salah satu anggota GAMKI Pulau Morotai dalam kapasitas sebagai Sekretaris Desa mendapat panggilan dari Wakil Bupati Pulau Morotai karena menanggapi flayer Ketua dan Sekretaris PIKI terpilih Pulau Morotai di WA-Grup GAMKI tidak punya kontribusi terhadap pemuda Kristen.




Atas bocornya percakapan internal WA-Grup GAMKI Pulau Morotai, Refly Lahengking sebagai Ketua GAMKI Pulau Morotai akan mengambil langkah tegas secara organisasi atas perilaku tidak beretika yang dilakukan Ardianto karena telah menciderai marwah organisasi Pemuda Kristen terbesar di Pulau Morotai.
×
Berita Terbaru Update