Header Ads

KASUS POSITIF COVID-19 MENINGGAL TETAP 3 ORANG, GARUT JAWA BARAT



Aspirasijabar | Garut- Humas Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, Yuni Yusnita menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut s.d Hari ini Jum’at, 21 Agustus 2020 Pukul 17.00 WIB.
 
Pada hari ini, terdapat penambahan laporan kasus suspek Covid-19 sebanyak 2 orang yaitu asal Kecamatan Tarogong Kidul dan Kecamatan Sukawening (1 orang diantaranya sedang proses perawatan di RSUD. dr. Slamet Garut).

Ada penambahan laporan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 2 orang, yaitu seorang perempuan (KC-72) usia 30 tahun asal Kecamatan Karangpawitan dan seorang laki-laki (KC-73) usia 36 tahun asal Kecamatan Selaawi.

Syukur Alhamdulillah, kasus konfirmasi positif Covid-19 selesai isolasi sebanyak 5 orang, yaitu seorang perempuan (KC-43) usia 32 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul, seorang perempuan (KC-45) usia 33 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul, seorang perempuan (KC-46) usia 24 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul.

Seorang perempuan (KC-48) usia 24 tahun asal Kecamatan Sukawening telah dinyatakan sembuh oleh tim dokter di BPSDM Cimahi dan seorang laki-laki (KC-59) usia 29 tahun asal Kecamatan Kadungora juga telah dinyatakan sembuh oleh tim dokter di RSUD. dr. Slamet Garut; 
Adapun total kasus Covid-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable dan Konfirmasi +) sampai hari ini sebanyak 5.605 kasus, terdiri dari : 
 
Kontak Erat: 2626 orang,* (177 Kasus isolasi mandiri dan 2449 Kasus discarded/selesai pemantauan); 

Suspek: 2.906 kasus* (12 Kasus isolasi mandiri, 2 Kasus Isolasi RS/perawatan, 2857 Kasus discarded/selesai pemantauan dan  35 Kasus meninggal); 

Probable:  0 kasus,

*Konfirmasi +:  73 kasus, (1 Kasus isolasi mandiri,16 Kasus isolasi RS/perawatan, 53 Kasus sembuh dan 3 Kasus meninggal)*
 
Keterlibatan dan dukungan masyarakat serta pihak lain dalam upaya memutuskan rantai penularan merupakan hal yang sangat penting, upaya ini dilakukan dengan 2 cara : 

Pertama, terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tahu, mau dan mampu melakukan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dengan 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Melakukan jaga jarak), 

Kedua, untuk memutus rantai penularan dengan cara tracking dan tracing serta testing terhadap populasi risiko dan kontak erat kasus konfirmasi positif. Pungkasnya

(Beni/Humas Gugus tugas)

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.