Header Ads

PBP STAI Muttaqien Purwakarta Ceremonial Akademik Atau Pengabdian Nyata


Saat audiensi dengan pihak kampus (foto: M Ali Akbar)

Aspirasijabar.net, Purwakarta-Pengesahan yang dilakukan jajaran pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DR KHEZ Muttaqien Purwakarta terkait pengabdian masyarakat pada sosialisasi agenda akademik, Kamis (8/10) di anggap rancu oleh sebagian mahasiswanya.

Karena kegiatan pengabdian masyrakat yang dilakukan pada tahun ini oleh kampus tertua di Purwakarta berbeda dengan tahun lalu, dimana tahun lalu mahasiswa STAI muttaqien terjun langsung ditengah-tengah masyarakat, namun pada hari ini pengabdian kepada masyarakat tersebut berubah sesuai akademik kampus.

"KPM kuliah pengabdian masyarakat yang saat ini di ganti dengan sistem PBP (Pengabdian berbasis penelitian) ini sangat rancu, dimana mahasiswa yang seharusnya terjun kemasyarkat dengan sistem pengabdian nyata kini beralih kepada individu di domisilinya masing masing, menurut saya ini lebih menjurus kepada pelatihan profesi," ujar Suryadi Mahasiswa STAI Muttaqien. Selasa (27/10/20).

Padahal tambah Suryadi, melihat kondisi saat ini di tengah tengah pandemi masyarakat sangat membutuhkan hadirnya mahasiswa, dalam artian pengabdian nyata yang sesuai tri dharma perguruan tinggi dan juga sebagai momentum dari pengabdian mahasiswa STAI DR KHEZ MUTTAQIEN, namun kampus kita dengan sengaja menghilangkan esensi pengabdian yang seharusnya menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswanya," tambahya.

Lanjut Suryadi, sejak sosialisasi yang dilakukan melalui media zoom oleh para panitia, sudah terjadi pro kontra antara mahasiswa dengam panitia terhadap apa yang diajukan terkait salah satu kegiatan akademik tersebut, namun ada beberapa mahasiswa yang ingin berpendapat dijegal dengan alasan waktu dan kondusifitas pertemuan tersebut.

"Mahasiswa yang menolak akan keberadaan sistem baru tersebut, tidak berhenti disitu saja karena melihat alasan utama yang menjadi acuan STAI DR Khez muttaqien ialah pandemi, bagi sebagian mahasiswa pandemi bukanlah alasan untuk melakukan pengabdian nyata kepada masyarakat karena bisa jadi ini adalah momentum yang dibutuhkan masyarakat," lanjutnya.

Penolakan yang dilakukan sebagian mahasiswa tingkat akhir tersebut terus berlanjut hingga audensipun dilakukan jumat (23/10), mahasiswa tingkat akhir yang melakukan audensi terus menyuarakan aspirasinya dengan baik namun jajaran Pimpinan stai muttaqien tidak terima apa yang di suarakan mahasiswanya.

"Saya lebih tau tentang akademik daripada anda, tidak ada ceritanya kebijakan kampus harus didiskusikan dengan mahasiswanya mau seperti apa dan bagaimana, tidak ada ruang diskusi untuk itu antara pihak kampus dan mahasiswa, termasuk kampus kampus besar lainya seperti UIN Bandung, ITB dll." Ujar Didin syafrudin wakil ketua I Bidang Akademik STAI Muttaqien saat audiensi berlangsung.

"Sangat di sayangkan sekelas pimpinan sekolah tinggi menunjakan sikap yang tidak baik dan arogan saat ditemui mahasiswanya, padahal dosen harusnya bersikap biasa saja jika dihadapkan dengan mhasiswa yang menyampaikan aspirasinya, hal itu yang menjadi tanda tanya besar bagi saya dan teman teman yang lain, ada apa sebenenarnya di STAI ?, padahal kami datang dengan baik baik dan memberikan solusi" imbuh Farhan yang juga Mahasiwa STAI Muttaqien.

Hingga tulisan ini diterbitkan antara kedua belah pihak belum menemui titik temu, sehingga mahasiswa tingkat akhir yang menolak adanya PBP akan terus bergerak menyuarakan aspirasinya, hingga aspirasi mereka dipenuhi oleh para pemangku kekuasan di Sekolah Tinggi Agama Islam DR. KHEZ Muttaqien Purwakarta. 

Penulis : Muhammad Ali Akbar

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.