Header Ads

Dua Preman Insyaf Ditangan Kang Erwin


Aspirasijabar | Kota.Bandung- Kang Erwin adalah Ketua PC Pagar Nusa dan Ketua DPC PKB Kota Bandung yang juga sebagai anggota DPRD Kota Bandung selalu disibukkan dengan problematika warga masyarakat dengan berbagai macam ragam permasalahan sosial kemasyarakatan.

Selain itu Kang Erwin dipercaya sebagai Ketua Forum RW se-Kecamatan Kiaracondong yang tentunya tidak luput dari kegiatan menyangkut segala sesuatu yang berhubungan dengan kewilayahan.

Ada hal yang unik dibalik pengelolaan manajemen dilingkungan intern Tim Advokasi yang dibentuk Kang Erwin yang juga ikut memberdayakan potensi SDM pegawainya.

Yang sudah lama dibentuk yaitu Tim Advokasi Hukum, Unit Reaksi Cepat, Pendidikan,  Kesehatan, Budaya dan Kesenian, Sosial Kemasyarakatan, Ekonomi hingga membentuk Tim Keamanan Lingkungan Rumah Aspirasi.

"Tim Keamanan ini dianggap perlu untuk melayani, mengarahkan dan sekaligus memberikan informasi awal pada tamu yang datang," ungkap Kang Erwin.

Kang Erwin memaparkan bahwa Tim Keamanan ini menunjuk Dapid dan Nana Boncel untuk memberdayakan potensinya.

"Memang pada awalnya banyak yang meragukan penempatan Nana Boncel dan Dapid yang memang perlu diarahkan dengan pembinaan dan kesabaran," tutur Kang Erwin.

Kang Erwin mengatakan bahwa Nana Boncel dan Dapid perlu perhatian, disamping mencari pekerjaan yang sulit di masa covid, juga terkendala usia, skill yang mana keduanya mempunyai keluarga yang harus dinafkahi.

"Saya yakin dengan usaha dan tekad saya merobah kebiasaan buruk menjadi baik adalah keharusan, dimulai dengan memberikan perhatian dan pengertian semisal mengajak shalat dengan memberikan alat shalat kopiah, sarung hingga baju koko," jelas Kang Erwin.
"Alhamdulillah lambat laun kebiasaan buruknya sudah mulai sedikit demi sedikit ditinggalkan," tambahnya.

Lanjut Kang Erwin memaparkan bahwa keduanya sudah mulai ada sikap santun, mulai membuang sikap urakan, mabuk-mabukan bahkan membuat hati tersentuh mereka akur dan sesekali  bergantian jadi imam terlebih saling mengingatkan mengajak "yuk shalat".

"Saya merasa senang, bangga melihat perubahan pada keduanya, memang benar bahwa suatu proses butuh kesabaran dan ketawakalan untuk menyikapi sifat yang sudah menahun dan akhirnya ada hasil sesuai harapan," kata Kang Erwin.

"Sesuai petuah bijak bilang 'cai karacak ninggang batu, lila lila jadi dekok'," tandasnya.

Sementara itu, Nana Boncel menuturkan bahwa saya, keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatiannya.

"Saya sangat bersyukur atas kesabaran dan ketawakalan kang Erwin dalam memberikan bimbingan, perhatian dan pengertian yang tidak henti-hentinya menyadarkan saya," ungkap Nana Boncel sambil meneteskan air mata.

"Saya sadar dengan keadaan dan jangan sampai penyesalan itu datang dan datang lagi, cukup sampai disini saya harus hidup senang di dunia dan akhirat," ucap Nana Boncel.

Selain itu apa yang diungkapkan Nana Boncel senada dengan Dapid bahwa benar adanya Kang Erwin sudah menyadarkan kita dari hati ke hati dengan penuh kegigihan disamping kesabaran dan ketawakalannya.

"Saya bangga Kang Erwin itu orangnya pemaaf yang membuat saya jadi malu sendiri, terlebih Saya dan Nana Boncel disuruh shalat dengan memberikan alat shalat maka diberi kalau tidak melaksanakan shalat bisa dobel dosa yaitu dosa yang memberi amanah dan dosa pada Allah," pungkas Dapid.



Editor (Red / Iwan Rohman )

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.