RS (36) PENGGOROK LEHER ANAK DI TIGARAKSA TERANCAM HUKUMAM SEUMUR HIDUP -->

RS (36) PENGGOROK LEHER ANAK DI TIGARAKSA TERANCAM HUKUMAM SEUMUR HIDUP

7 Jul 2021, Juli 07, 2021
Pasang iklan
RS (36) Pelaku panggorok Leher Balita JA (2) di Tigaraksa, Tangerang di Polres Tigsraksa..

Aspirasijabar | Jakarta - RS (36) pelaku penggorokan bocah beriniaial JA (2) warga Perumahan Mustika, Tigaraksa, Desa Pasir Nangka,  Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang tetancam pidana seumur. 

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanitreskrim) Polsek Tigaraksa Iptu Rudy Sumantri Saputra yang menangani perkara sadis ini  menjelaskan berdasarkan keterangan para saksi yang merupakan tetangga korban, diketahui pelaku tidak mempunyai tanda-tanda gangguan kejiwaan, bahkan pelaku masih berstatus sebagai karyawan dari salah satu pabrik di Tigaraksa Tangerang, jelas Edy.

Munculnya isu pelaku memiliki gangguan kejiwaan berdasarkan keterangan keluarga pelaku,  pihaknya belum percaya apalagi saat dilakukan pemeriksaan pelaku dapat menjawab dengan baik. Kami masih menganggap pelaku sebagai orang normal, tidak ada gangguan jiwa. Pelaku bisa menjawab dengan baik.
JA (2) Balita Korban saat ini dirawat intensip di RS Umum Tangerang..kondisinya berangsur baik.

Saat ini korban telah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit untuk mendapat tindakan operasi.
(ams/komnasanak), tambah Kapolsek Tigaraksa.

Untuk kasus tindak pidana sadis ini, Komnas Perlindungan Anak bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tangerang Selatan mendorong Polsek Tigaraksa dan Polres Tangerang Selatan untuk mempercayai bahwa pelaku mempunyai gangguan jiwa. Bisa saja alasan gangguan jiwa pada pelaku digunakan  keluarga pelaku untuk menghindari tindak pidana sadis itu. Oleh karenya, untuk memastikannya, pelaku perlu mendapat pemeriksaan secara independen  oleh psikolog atau psikiater., demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada sejumlah media di kantornya Rabu 07/07.
Tim Advokasi dan Litigasi KOMNAS Perindungan Anak bersama Pengacara Kondang Hotman Paris Hutapea di Jakarta.

Lebih lanjut Arist menjelaskan, berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh Tim Advokasi dan Litigasi Kommas Anak  didapat inormasi, peristiwa sadis dan keji itu berawal saat korban sedang bermain di rumah korban.  Namun tiba-tiba pelaku dengan membawa pisau kira-kira berukuran 30 sentimeter  mendatangi korban dan menikam korban  tepat dibagian leher korban. 

Melihat kejadian itu, kemudian sejumlah warga langsung mencoba melerai dan berhasil mengamankan pelaku.

Korban sempat dibawah ke klinik Mulya Medik tapi tolak karena luka cukup parah sehingga dilarikan ke Ciputra Hospital tapi lagi2 ditolak karena luka diderita korban sangat parah dan akhirnya korban i dirawat di RSU Tangrrang.

Dan demi kepastian hukum yang berkeadilan bagi korban,  Komnas Perlindungan Anak mendesak Polres Tangsel menjerat pelaku dengan ancaman pasal 340 dan pasal  351 KUH Pidana.

Untuk mengawal kasus tindak pidana sadis ini, Tim Advokasi dan Litigasi Komnas Anak segera berkordinasi dengan Polres Tangsel dan untuk pemulihan psikologis dan medis korban   Tim juga akan berkoordinasi dengan P2TP2A Kota Tangsel.

Sumber : (komnasanak/ams)

TerPopuler