Aspirasi Jabar || Kota Bekasi – Napak Tilas Bekasi Vol. 6 diadakan pada hari Selasa 12 Agustus 2025 pagi di Alun-Alun M.Hasibuan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto secara resmi membuka dan melepas peserta acara tersebut .
Hadir Wakil Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe, Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono, Sekretaris TP PKK Wuri Handayani Harris Bobihoe, Sekretaris Daerah Kota Bekasi .Junaedi serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bekasi. Peserta kegiatan ini berasal dari OPD Pemerintah Kota Bekasi, pelajar SMP dan SMA, hingga BUMD.
Tujuan kegiatan sebagai momentum untuk mengetahui sejarah Kota Bekasi, memperkuat rasa cinta tanah air, dan menghormati jasa para pejuang. Acara ini menggabungkan Lomba Jalan Santai dan Roundtrip Kemerdekaan dengan rute bersejarah, mulai dari Alun-Alun M. Hasibuan, Monumen Perjuangan Bekasi, Rumah Tangsi, Masjid Al-Barkah, Gedung PMI, Kali Bekasi, Monumen Kali Bekasi, hingga Klenteng Hok Lay Kiong.
Namun pada kenyataannya berbeda dengan harapan, hal ini diungkapkan Sekretaris Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kota Bekasi Asep Sukarya kepada awak media.
Asep menuturkan, dalam pelaksanaannya peserta hanya berjalan mengiringi rombongan Wali Kota dari rute yang sudah ditentukan oleh panitia. Dalam kesempatan itu tampak panitia kurang mampu memaknai arti sebuah napak tilas, panitia gagal menghidupkan sejarah karena kurangnya edukasi yang diberikan kepada para peserta.
“Tidak ada materi edukatif, peserta tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai sejarah dan nilai-nilai perjuangan yang terkait dengan tempat-tempat yang dikunjungi”, ungkap Abah panggilan akrab. Asep.
Lebih lanjut Sekretaris GMBI menyatakan bahwa kurangnya narasumber, tidak ada ahli sejarah atau tokoh yang memberikan penjelasan mendalam mengenai peristiwa dan tokoh penting dibalik situs-situs sejarah tersebut. Bahkan yang tragis, hilangnya plat tugu perjuangan, Wali Kota, panitia dan peserta pun sama sekali tidak mengetahui.
“Miris, simbol yang hilang yaitu plat tugu perjuangan merupakan bagian penting dari identitas dan memori kolektif masyarakat Bekasi. Hilangnya plat ini mengurangi nilai sakral dan informatif dari tugu tersebut”,tegas Asep.
WhatsApp Image 2025 08 13 at 08.27.53 Ketika Sejarah Hanya Jadi Rute, Napak Tilas di Bekasi Tanpa Makna
Senada dengan Sekretaris GMBI Kota Bekasi, Abah Zakaria Ketua GMBI Kota Bekasi mengatakan kurangnya perhatian Pemerintah Daerah, ketidaktahuan Wali Kota mengenai hilangnya plat ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap pemeliharaan dan pelestarian situs-situs bersejarah di Kota Bekasi.
Menurutnya, peningkatan kesadaran dan perawatan situs sejarah dengan melakukan inventarisasi dan perawatan rutin terhadap situs-situs sejarah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian warisan sejarah.
“Diharapkan kegiatan napak tilas di Kota Bekasi dapat menjadi lebih bermakna, ed
ukatif, dan mampu meningkatkan rasa cinta tanah air serta penghargaan terhadap sejarah dan perjuangan para pahlawan”, pungkasnya.
Jurnalis : Jay
Editor : Asp. SP.