Aspirasi Jabar || Setelah diam yang panjang, konflik hampir selalu muncul. Bukan konflik besar yang dramatis, melainkan gesekan kecil yang terus menumpuk. Ego. Perbedaan arah. Kelelahan. Hal-hal yang sering merusak sesuatu yang sebenarnya ingin dijaga.
Di titik itulah Lose Your Ego mengambil peran.
Berbeda dari dua lagu sebelumnya, Lose Your Ego hadir dengan energi yang jauh lebih keras. Distorsi penuh. Gitar kembali mendorong lagu dengan agresi modern rock yang jelas. Namun kerasnya musik di sini bukan tanpa makna.
Lagu ini tidak sedang meluapkan kemarahan kosong. Ia berbicara tentang ego sebagai sesuatu yang nyata, sesuatu yang sering kali berdiri di antara pertemanan, kerja sama, dan perjalanan panjang bersama.
Pesan Lose Your Ego sederhana, tetapi tidak mudah dijalankan: menurunkan ego demi menjaga hubungan. Bukan menyerah. Bukan mengalah. Melainkan memilih mana yang lebih penting untuk dipertahankan.
Secara musikal, distorsi dan tempo cepat terasa seperti konflik itu sendiri. Ada dorongan, ada tekanan, ada ketegangan. Namun lagu ini tidak meledak tanpa arah. Ia tetap terkontrol, seolah ingin mengatakan bahwa keras pun bisa disampaikan dengan kesadaran.
Dalam perjalanan No Money No LUP, Lose Your Ego menjadi titik di mana emosi tidak lagi ditahan. Setelah keputusan diambil dan penantian dilalui, konflik akhirnya dihadapi secara terbuka. Bukan untuk memutuskan, tetapi untuk membersihkan.
Ini bukan lagu tentang kemenangan. Ini lagu tentang keberanian menjaga sesuatu yang rapuh, meski harus dimainkan dengan suara keras.
Dalam alur perjalanan No Money No LUP, “Lose Your Ego” menjadi momen ketika konflik akhirnya dihadapi secara terbuka, dengan distorsi sebagai bahasa yang paling jujur.
(Ysf)
