Aspirasi Jabar Morotai - Sebanyak 36 Personil Tim SAR Brimob Polda Malut diterjunkan dalam melaksanakan Operasi Pencarian dan Penyelamatan Pendaki Korban Erupsi Gunung Dukono di Kab. Halmahera Utara
Erupsi besar Gunung Dukono terjadi sekitar pukul 07.41 WIT. Berdasarkan hasil pemantauan, terlihat kolom abu berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara. Erupsi Gunung Dukono menghasilkan semburan kolom abu vulkanik mencapai sekitar 10.000 meter di atas puncak atau ±11.087 meter di atas permukaan laut.
Dalam insiden tersebut, dilaporkan terdapat sekelompok pendaki yang terdiri dari 9 warga negara asing (WNA) asal Singapura dan 11 warga negara Indonesia (WNI) terjebak akibat aktivitas erupsi saat berada di sekitar kawah gunung yang menjadi pusat erupsi.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Dansat Brimob Polda Malut Kombes Pol Handri Wira Suriyana, S.I.K.,M.A.P, segera memerintahkan 36 personel Tim SAR Brimob yang terdiri dari:
- 30 personel tim pencari dan penyelamat;
- 6 personel tim pendukung (tim Drone dan tim Kesehatan lapangan).
Untuk membantu proses pencarian, penyelamatan, dan evakuasi para korban sebagai bentuk quick respons penanganan darurat. Selain itu, turut dikerahkan 1 unit kendaraan khusus (Ransus) Tata SAR Brimob menuju lokasi erupsi.
“Sebagai bentuk kesigapan dan respons cepat dalam membantu memberikan pertolongan serta evakuasi terhadap para pendaki yang terjebak erupsi Gunung Dukono, Brimob hadir bersinergi dengan TNI dan pemerintah, serta berkolaborasi bersama masyarakat dalam melaksanakan misi kemanusiaan,” ujar Dansat Brimob Polda Malut Kombes Pol Handri Wira Suriyana, S.I.K.,M.A.P.
Tim SAR Brimob bersama unsur TNI, Basarnas, dan stakeholder lainnya melakukan pendakian menuju titik lokasi para korban berada. Jarak tempuh yang dilalui sekitar ±7 km dengan estimasi waktu perjalanan berjalan kaki sekitar ±3 jam.
Dari operasi yang dilaksanakan, tim gabungan berhasil menyelamatkan sebanyak 7 WNA asal Singapura dan 10 WNI. Selanjutnya, para korban langsung dievakuasi menggunakan kendaraan Brimob dan Basarnas menuju RSUD Tobelo guna mendapatkan penanganan medis.
Namun demikian, masih terdapat 3 orang pendaki yang terdiri dari 2 WNA dan 1 WNI yang berada di radius rawan erupsi sehingga belum dapat dilakukan evakuasi. Lokasi tersebut masih mengalami luapan abu vulkanik disertai material batu yang membahayakan keselamatan tim evakuasi.
Atas pertimbangan faktor keselamatan, kegiatan pencarian dan evakuasi dihentikan sementara dan direncanakan akan dilanjutkan kembali pada Sabtu, 10 Mei 2026.
Saat ini Tim SAR Brimob Polda Malut masih bersiaga di Posko SAR Terpadu yang berada di Desa Mamuya, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.
“Tim Drone akan dikerahkan untuk membantu pemantauan udara guna menemukan titik lokasi 3 orang pendaki yang belum ditemukan. Ransus SAR juga telah berada di lokasi untuk mengoptimalkan proses pencarian dan penyelamatan korban. Kami berharap seluruh korban dapat segera dievakuasi dan proses pencarian berjalan dengan lancar,” tutup Dansat Brimob Polda Malut Kombes Pol Handri Wira Suriyana, S.I.K.,M.A.P.


